6 Hewan Paling Fenomenal di Dunia

Go down

6 Hewan Paling Fenomenal di Dunia

Post by aking on Thu Mar 01, 2012 9:21 pm

1. Mike, the Headless Chicken: (Hidup 18 bulan tanpa kepala)











Mike
( April 1945– Maret 1947) si ayam tanpa kepala adalah Wyandotte rooster
yang dapat hidup selama 18 bulan setelah kepalanya dipotong. Setelah
banyak orang yang mengiranya sebagai bohong belaka, ayam itu dibawa oleh
pemiliknya ke University of Utah di Salt Lake City untuk menetapkan
keasliannya.



Pada Senin, 10 September 1945, petani Lloyd Olsen asal Fruita, Colorado,
hendak mempersiapkan makan malam dan diperintahkan oleh isterinya
mencari seekor ayam. Saat itulah Olsen memenggal leher ayam tua berumur
lima setengah bulan bernama Mike.

Kampak yang digunakan Olsen luput dari pembuluh darah leher, sehingga
kebanyakan dari pembuluh otak tetap utuh. Mike sempat masuk dalam
puluhan surat kabar dan majalah, termasuk Time dan Life Magazines.

Olsen mendapat kritik dari beberapa pihak karena memelihara ayam tanpa
kepala hidup-hidup. Di Maret 1947, pada suatu motel di Phoenix, Mike
tiba-tiba seperti tercekik dan mati di pertengahan malam itu.






2.Oscar, the cat: (Mampu Menebak Kematian Pasien yg Akan Datang)











Oscar
adalah seekor anak kucing yang tinggal pusat rehabilitasi di
Providence, Rhode Island. Tempat itu merawat penderita Alzheimer,
parkinson, dan berbagai penyakit lain di mana sang penderita bisa
menemui ajalnya kapan saja dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.



Setelah sekitar enam bulan, para staf mulai menyadari ada kejanggalan
pada oscar. Oscar masuk ke ruangan yang dia mau lalu mulai
mengendus-ngendus dan mengamati pasien dan selanjutnya tidur di dekat
pasien tersebut.

Yang mengejutkan para perawat di sana adalah pasien yang di hampiri
Oscar pasti meninggal dalam kurun waktu 2-4 jam kemudian setelah
kedatangannya.

Salah satu dari kejadian pertama melibatkan seorang pasien yang memiliki semacam gumpalan darah di kakinya.

Oscar datang dan melingkarkan badannya di kaki pasien tersebut dan tetap
di situ sampai pasien tersebut meninggal beberapa jam kemudian. Ada
kejadian lain di mana dokter telah menetapkan waktu kematian seorang
pasien berdasarkan pada kondisi pasien.

Oscar membuktikan bahwa prediksi dokter tersebut 10 jam terlalu awal.
Karena begitu Oscar mengunjungi nya pasien tersebut meninggal dua jam
kemudian dan dokter tersebut sentimeter bisa tercengang.

Ketelitian Oscar’s yang telah terbukti pada 25 kejadian akhirnya di
percaya oleh pimpinan staf untuk menciptakan suatu protokol tidak biasa
dan mungkin sulit dipercaya. Setiap Oscar ditemukan sedang tidur dengan
seorang pasien, staf akan menghubungi anggota keluarga sang pasien untuk
memberitahu mengenai kematian yang akan segera terjadi.

Kemampuan Oscar untuk memprediksi jam-jam terakhir kehidupan manusia ini
membingungkan banyak orang dan dideskripsikan oleh Dr David Doza bahwa
Oscar adalah kucing yang tidak mau berteman pada orang hidup.

Salah satu contohnya yang di tulis dalam artikel NEJM. Ketika
ada seorang pasien wanita tua yang ditemani oleh Oscar, Dokter menyuruh
Oscar untuk keluar dan Oscar mengeluarkan suara mendesis seperti ular
derik yang seakan mengatakan “Tinggalkan Aku Sendiri”.






3.Tillamook Cheddar, the dog: (Binatang Pelukis Paling Sukses di Dunia)











Tillamook Cheddar adalah anjing Terrier yang berasal dari Brooklyn, New York.


Dia dikenal dunia sebagai seniman yang paling unggul dari dunia fauna,
dia telah 17 pameran tunggal di Amerika dan Eropa. Saat ini Tillie
berusia 8 tahun.

Pada bulan Juli 2005 sang seniman melahirkan enam anak anjing sehat.
Salah satu putranya, Doc Chinook Strongheart Cheddar tampak akan
meneruskan jejak langkah ibunya. Tapi sampai saat ini Doc belum melukis,
dia hanya di pakai untuk model pemotretan oleh berbagai majalah.






4.Alex, the parrot: (Burung Terpintar Di Dunia)











Alex
adalah burung beo berwarna abu-abu yg menjadi subjek eksperimen oleh
pengamat psikologi hewan Irene Pepperberg. Pepperberg membeli Alex di
suatu petshop ketika alex berumur satu tahun. Nama Alex sendiri
sebenarnya adalah singkatan dari Avian Learning Experiment.



Sebelum Pepperberg bekerja dengan Alex, dunia meyakini bahwa burung
bukanlah makhluk yang cerdas. Tetapi Alex berhasil menunjukkan pada
dunia bahwa burung dapat memahami komunikasi dengan manusia dan memahami
pesan dasarnya.

Pepperberg menyatakan bahwa tingkat kepintaran Alex setingkat dengan
lumba-lumba ataupun kera. Dia juga menyatakan bahwa Alex memiliki
kepintaran yg setara dengan manusia berumur lima tahun walaupun belum
bisa mencapai potensi maksimal nya karena dia mati dalam umur yang masih
muda. Dia bisa menghitung, membedakan warna, dan menunjukkan
ekspresi-ekspresi frustasi layaknya orang.

Kematian Alex menjadi kejutan, karena lama hidup rata-rata dari burung
beo Afrika adalah 50 tahun. Dia keliatan sehat sehari sebelum dia mati,
dan tiba-tiba ditemukan sudah tak bernyawa pagi harinya.

Berdasarkan pada pernyataan Alex Foundation pada pers, “Alex dalam
kondisi kesehatan yang baik tanpa kelainan fisik apa pun selama dua
minggu terakhir sebelum kematiannya. Kematian menjadi misterius karena
setelah dilakukan otopsi tetap tak diketahui penyebab kematian burung
tersebut.

Lab tersebut lalu menguji dua burung lain, tetapi kemampuan mereka tak ada yang mendekati Alex bahkan sampai sekarang.






5.Oliver, the “Humanzee”: a human-chimp hybrid









Oliver ditemukan oleh Frank and Janet Berger di awal 1970 di umur
sekitar dua tahun. Beberapa pengamat perilaku dan fisik binatang
kemudian meyakinkan Berger bahwa Oliver adalah binatang yang lain dr
simpanse, mungkin adalah human-chimp hybrid (gabungan antara manusia dan
kera), Oliver memiliki muka yang lebih datar daripada teman-teman
simpanse lainnya.


Gigi depannya di cabut sewaktu dia muda dan tidak pernah tumbuh taring
di kumpulan giginya. Oliver tidak pernah berjalan dengan kepalan
tangannya melainkan berdiri dan berjalan layaknya manusia. Yang paling
mengejutkan setelahnya adalah bahwa Oliver lebih menyukai manusia
perempuan dibandingkan simpanse betina.


Selama peliputan special oleh Discovery Chanel, Janet Berger menyatakan
bahwa Oliver telah jatuh cinta padanya ketika dia memasuki usia 16
tahun. Oliver memanjat Berger dan mencoba untuk kimpoi dengannya. Karena
tingkah laku nya itulah Oliver di anggap menjadi ancaman untuk Janet,
sehingga diputuskan untuk memindahkan Oliver.


Sebagian orang mengakui ia tidak memiliki suatu bau khas yang umum
seperti simpanse dan hal itulah yang membuat simpanse-simpanse lain
menjauhinya.






6.Owen & Mzee : Keunikan Ikatan Persahabatan Dua Spesies













Sehari
setelah tragedi tsunami dahsyat Samudera Hindia yang menghantam Asia
dan Afrika, puluhan penduduk desa tepi Pantai Malindi di Kenya melakukan
tugas penyelamatan bersama aparat setempat.



Saat itulah Owen Saubion melihat pemandangan ganjil di kawasan tepi
pantai itu. Ia melihat bayi kudanil (masih berusia satu tahun) itu
meringkuk lemas di batu karang. Kondisinya sangat memprihatinkan. Ia
terjebak di antara gelombang laut dan derasnya air dari muara Sabaki
River.

Setelah dirawat, kuda nil itu pun akhirnya dibawa ke Haller Park dekat
Mombasa, sebuah taman suaka margasatwa milik Lafarge Eco Systems’ East
African firm, pada 27 Desember 2006. Di suaka margasatwa Haller Park
inilah kisah persahabatan unik itu dimulai. Bayi kuda nil itu kemudian
diberinama Owen, sesuai nama penyelamatnya.

Petugas suaka menempatkannya di sebuah area untuk hewan-hewan kecil.
Langkah ini dilakukan karena Owen masih tergolong bayi. Sementara jika
di tempatkan di lokasi untuk kawanan kudanil, petugas perawat hewan
khawatir ia akan diserang kawanan kuda nil lain yang tak mengenalnya.
Karena kuda nil sangat agresif dan “fanatik” pada kawanannya, bila ada
kuda nil asing mereka bisa saja membunuhnya.

Ketika Owen dilepas, ia masih bingung. Mungkin karena harus menempati
lingkungan baru. Namun setelah ia merasa sedikit nyaman, Owen langsung
menatap dan tertarik pada seekor kura-kura bernama Mzee.

Mzee, adalah spesies kura-kura Aldabran usia 130 tahun seberat 700 pound
(320 kg). Mzee yang dalam bahasa Swahili (Afrika) berarti “wise old
man” (si tua bijaksana), merupakan penghuni lama area yang dilengkapi
dengan kolam asri dan hutan buatan itu.

Awalnya, Owen langsung beranjak mendekati Mzee. Namun Mzee sama sekali
tak peduli padanya. Hari demi hari Owen selalu mengikuti Mzee ke mana
pun ia pergi. Agaknya Owen berupaya mengambil hati Mzee. Seiring waktu
dan kegigihan Owen mendekatinya, Mzee akhirnya menerima kehadiran kuda
nil muda itu.

Berminggu-minggu kemudian keduanya sudah tampak begitu akrab. Mzee
layaknya dianggap sebagai induk oleh Owen, sementara Mzee merasa sebagai
orangtua asuh bagi Owen. Bukan hanya dalam kiasan, pada kenyataannya
Mzee selalu menjaga Owen dengan kelembutan. Owen juga selalu mematuhi
dan senang bermain dengan Mzee.

Ikatan persahabatan mereka mengental bagai sebuah keluarga. Para perawat
hewan di Haller Park bingung dengan tingkah dua hewan beda spesies ini.
Mereka bagaikan induk dan anak dari satu spesies yang sama.

Apa yang disantap Mzee juga disantap Owen, di mana Owen tidur di situ
pasti ada Mazee. Mereka selalu bermain air di kolam bersama, makan
bersama, tidur bersama dan berjalan-jalan keliling area taman
bersam-sama pula.

Setahun berlalu, namun kedua hewan beda spesies itu semakin lengket.
Keduanya sudah tak terpisahkan lagi. Fenomena ini sungguh mengejutkan
sejumlah besar ilmuwan.

Bukannya saja karena peristiwa seperti ini belum pernah terjadi, tetapi
di antara mereka juga sudah mengembangkan “bahasa” mereka sendiri
sebagai sistem komunikasi di antara keduanya. Bahasa komunikasi lewat
suara yang sama sekali belum pernah ditemukan dalam kelompok kudanil
atau pun kura-kura Adabran.

Suara dalam nada tertentu dari Mzee akan direspons oleh Owen secara
tepat. Begitu pula sebaliknya, suara dalam nada tertentu dari Owen
direspons Mzee pula secara tepat.

Selain itu, keduanya juga mengembangkan bahasa tubuh yang hanya mereka
berdua pahami, seperti gigitan lembut, sentuhan, dorongan dan belaian
yang masing-masing direspons sebagai suatu kode untuk melakukan sesuatu
atau ungkapan kasih sayang di antara keduanya.

Keunikan persahabatan Owen dan Mzee pun menjadi fenomena mendunia.
Tingkah laku dan komunikasi unik yang sama sekali baru dalam dunia
zoologi (ilmu tentang hewan) itu membuat mereka menjadi selebriti dunia.

Sejumlah besar foto, film, dokumentasi, bahkan buku dan artikel mengulas
soal teka-teki besar persahabatan mereka. Owen dan Mzee pun menjadi
lambang cinta dan persahabatan yang tidak mengenal batasan fisik, ras,
spesies dan teritori.Semoga menambah wawasan kita semua.


Cek TKPnya : http://menujuhijau.blogspot.com/2011/12/6-hewan-paling-fenomenal-di-dunia.html#ixzz1nsIdAWJO
avatar
aking
Newbie

Jumlah posting : 5
Join date : 01.03.12

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik