10 Pesepakbola yang Loyal Terhadap Klubnya

Go down

10 Pesepakbola yang Loyal Terhadap Klubnya

Post by Admin on Sun Feb 26, 2012 6:14 pm

Loyalitas
bisa dikatakan hal yang langka saat ini. Tapi bukan berarti kesetiaan
seorang pemain terhadap klub tidak pernah ada. Beberapa nama bahkan tak
pernah berganti klub sejak memulai kariernya. Siapa saja mereka?



10. Pele
(Santos 1956-1974, New York Cosmos 1975-1976)
Pele
memang mengakhiri kariernya di klub Amerika Serikat New York Cosmos.
Namun sebagai pemain, ia lebih dikenal sebagai legenda Santos selama 18
tahun.

"Real Madrid menginginkan saya, bersama Manchester United
dan Juventus," katanya pada Eurocalcio dalam sebuah wawancara tahun
2009.

Pele menambahkan, "Presiden Juventus bahkan hampir mencapai
kesepakatan dengan Santos termasuk dukungan dari (pabrikan mobil
Italia) Fiat. Saya pikir saya akan bermain di Eropa, tapi saya lebih
memilih tetap di tim yang ada di hati saya, Santos."

9. Sepp Maier
(Bayern Muenchen 1962-1979)
Satu
di antara segelintir kiper yang bertahan di satu klub - Bayern
Muenchen. Maier menjadi andalan mistar the Bavarians selama 17 tahun. Ia
meraih berbagai gelar termasuk Juara Dunia bersama nationalmannschaft
pada 1974.

Maier hanya kalah oleh kiper Denmark Lars Hogh yang
menghabiskan karier 23 tahun bersama Odense BK, tampil di lebih dari 800
pertandingan, sebelum pensiun tahun 2000.

8. Matthew Le Tissier
(Southampton 1986-2002)
Lahir
di Guernsy Le Tiss, Tissier berpeluang memperkuat Prancis. Dengan
talentanya dia bisa bersinar bersama Les Bleus ketimbang The Three
Lions. Namun gelandang serang itu memilih tetap di Inggris meski hanya
bermain 8 kali.

Suatu saat rekannya Alan Shearer mengajaknya
bergabung ke Blackburn Rovers, sementara Manchester United juga
tertarik. Le Tissier memilih tetap di Southampton sepanjang kariernya.
Tak salah jika bintang Barcelona Xavi Hernandez mengaguminya dan
menyebutnya 'pemain sensational.'

7. Lev Yashin
(Dynamo Moscow 1949-1971)
Terpilih
sebagai kiper terbaik Abad ke-20, Yashin dijuluki The Black Spider
karena kemampuan refleknya yang luar biasa. Veteran di tiga Piala Dunia,
Yashin menjadi satu-satunya kiper yang pernah memenangkan gelar Ballon
d'Or pada 1963.

Ia menghabiskan seluruh 22 tahun kariernya
bersama Dynamo Moscow. Ia tetap di klub tersebut dua dekade kemudian
sebelum wafat tahun 1990.



6. Alessandro Del Piero
(Padova 1991-1993, Juventus 1993-sekarang)
Mampu
menyingkirkan karier Roberto Baggio di Juventus Anda haruslah seorang
pemain yang spesial. Itulah yang dilakukan Del Piero ketika Si Nyonya
Tua merekrutnya dari Padova pada 1993.

Kerap diisukan pindah ke
Spanyol dan Inggris, Del Piero yang kini berusia 36 tahun tetap bertahan
di Turin. Ketika Fabio Capello pindah ke Real Madrid, dan Juventus
terdepak ke Seri B, ia juga memilih bertahan.

“Juventus adalah
bagian dari sejarah hidup saya. Saya tak bisa memikirkan saya memperkuat
klub lain di Italia. Saya akan tetap di sini sampai akhir,” katanya
pada Sky Italia.

5. Jan Ceulemans
(Lierske SK 1974-1978, Club Brugge 1978-1992)
Bagi
pendukung Belgia, tentunya takkan bisa melupakan seorang pemain yang
begitu dominan menguasai lini tengah Belgia di tahun 1980-an. Ia adalah
kapten yang mengantar Belgia ke peringkat empat di Piala Dunia Meksiko
1986 dan pemegang rekor cap tim nasional dengan 96 penampilan.

Ceulemans
menghabiskan seluruh kariernya di Belgia. Setelah memperkuat Lierse ia
pindahke Brugge pada 1978 dan bertahan selama 14 tahun.

4. Carles Puyol
(Barcelona 1997-sekarang)
Jika
AC Milan punya Paolo Maldini maka Barcelona punya Carles Puyol.
Rasanya sulit membayangkan pemain 32 tahun yang gampang dikenali dengan
rambut kriwilnya itu menggunakan kostum lain selain Blaugrana.

Setelah
menembus tim utama pada 1999, ia sempat dirayu Manchester United yang
menginginkannya pada 2003. "United salah satu tim terbaik dunia dan
semua pemain akan senang bergabung. Jika memang ini bagus untuk klub
saya akan pergi, tapi keinginan saya adalah tetap di sini.” katanya."

3. Juan Carlos Plata
(Municipal 1990-2010)
Plata
mungkin tak terkenal di Eropa, tapi di Amerika Tengah ia adalah mesin
gol selama dua dekade. Striker ini memecahkan banyak rekor selama di
Municipal, memenangkan 15 gelar dan mengejutkan Brasil ketika membuat
gol balasan yang menahan raksasa dunia itu di Piala Dunia 1998.



2. Ryan Giggs
(Manchester United 1990-sekarang)
Sejak
memulai kariernya di tim junior Manchester City, Giggs tak pernah lagi
berniat meninggalkan The Red Devils. Ia menghabiskan lebih dari dua
dekade di Old Trafford. AC Milan pernah menawarkan transfer luar biasa
bagi Giggs demikian juga dengan presiden Inter Milan Massimo Moratti
yang mengagumi pemain sayap asal Wales ini. Tahun 2003 Giggs dilamar
Inter yang siap memberikan striker Brasil.

"Tak ada alasan serius
kenapa saya harus meninggalkan klub ini. Memang pernah ada rumor pada
2002/2003 yang mengatakan saya bergabung dengan Inter tapi tak pernah
terjadi," katanya.

Dengan 11 gelar Liga Primer dan mungkin akan bertambah lagi, Giggs seperti bukan pemain yang sudah berusia 37 tahun.

1. Paolo Maldini
(AC Milan 1985-2009)
Bicara
AC Milan maka bicara soal Paolo Maldini. Sejak memulai debutnya di
umur 16 tahun, Maldini tak pernah meninggalkan Rossoneri. Ia
memenangkan 7 gelar Scudetto dan 5 gelar Eropa, Maldini adalah ikon
kesuksesan klub San Siro itu selama lebih dari 20 tahun.

Bersama
Franco Baresi dan Giuseppe Bergomi, Maldini bertahan di Milan
sepanjang kariernya. Ia sempat dirayu mantan rekannya Ruud Gullit untuk
bergabung dengan Chelsea pada 1997 namun ia bertahan sampai mengakhiri
karier pada 2009.

Nama Maldini sepertinya akan berlanjut karena dua anaknya Christian dan Daniel adalah pemain di klub junior Milan.






sumber :http://terselubung.blogspot.com/2011/01/loyalitas-bisa-dikatakan-hal-yang.html
avatar
Admin
Administrator
Administrator

Jumlah posting : 60
Join date : 04.07.11

Lihat profil user http://bizbaz.snob.tv

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik